Muhammad Irfan Zain

Shalat di atas wadah (karpet) yang bergambar salib

Salib adalah simbol orang-orang nashrani dalam kekufuran yang mereka yakini, yaitu peristiwa penyaliban nabiullah Isa ‘alaihissalaam. Keyakinan ini adalah keyakinan salah dan telah langsung dibantah oleh Allah melalui firman Nya;

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ بِآيَاتِ اللَّهِ وَقَتْلِهِمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَقَوْلِهِمْ قُلُوبُنَا غُلْفٌ بَلْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا (155) وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَى مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا (156) وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ  لَهُمْ

“Maka (Kami lakukan terhadap Bani Israil beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: “Hati kami tertutup”. Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka. Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina). Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.”. (An Nisaa; 155-157)

Terhadap simbol kekufuran dan penyimpangan seperti ini, maka sikap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagaimana yang dinyatakan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha;

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَكُنْ يَتْرُكُ فِي بَيْتِهِ شَيْئًا فِيهِ تَصَالِيبُ إِلَّا نَقَضَهُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak sekalipun membolehkan keberadaan simbol berupa salib di rumahnya, melainkan akan beliau musnahkan.”. (HR. Bukhari)

Berdasarkan keterangan ini maka dinyatakan bahwa seorang muslim tidak boleh membiarkan adanya simbol-simbol kekufuran (salib atau bintang segi enam lambang Yahudi) di rumah, terlebih di masjid, melainkan wajib baginya untuk menghilangkan atau melenyapkan simbol-simbol tersebut; baik dengan menutupnya hingga tidak nampak atau dengan melenyapkannya secara permanen.

Adapun hukum shalat menggunakan wadah berupa karpet yang dihiasi dengan gambar salib, maka hukum shalat yang dilakukannya itu adalah sah, namun makruh. Olehnya, wajib baginya untuk tidak melaksanakan shalat dengan menggunakan wadah tersebut setelah sampai padanya penjelasan ini.

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Print Friendly, PDF & Email
%d bloggers like this: