Muhammad Irfan Zain

Aturan Umum Tentang Pakaian

Di awal Allah menurunkan Adam dan Hawa ke muka bumi, seluruh hajat mereka langusung dipenuhi oleh Allah. Maka Allahlah yang langsung menurunkan pakaian bagi mereka berdua dari langit. Allah berfirman;

يَا بَنِي آَدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاساً يُوَارِي سَوْآَتِكُمْ وَرِيشاً وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa, itulah yang paling baik.”. (al A’raaf; 26)

Setelahnya, Allah pun mengajari manusia bagaimana membuat pakaian, sulaman, dan mengajari mereka menanam pohon kapas yang merupakan bahan memprosuksi pakaian. Allah –juga- mengajari mereka mengolah sutra dan bahan-bahan lain untuk dijadikan pakaian. Allah berfirman;

وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ

“Dan Allah menjadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan.”. (an Nahl; 81)

Olehnya,maka pakaian itu adalah merupakan satu diantara nikmat besar dan pemberian dari Allah. Karenanya diantara tanda syukur kita kepada-Nya yaitu dengan tidak melanggar segala hukum dan ketentuan-Nya.

 

Hukum Asal Pakaian

Hukum asal dari seluruh jenis pakaian adalah mubah. Allah berfirman;

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللّهِ الَّتِيَ أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالْطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ

“Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?”. (al A’raaf; 32)

يَا بَنِي آَدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”. (al A’raaf; 31). Abdullah bin ‘Amr bin al ‘Ash –radhiyallahu ‘anhu- berkata, nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda;

كلوا وتصدقوا والبسوا في غير إسراف ولا مخيلة

“Makan, minum dan bersedekahlah dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak sombong.”.

 

Faidah :

Pakaian dan Rasa

Paulo Coelho dalam bukunya berjudul Brida berkata; “Sesungguhnya pakaian itu bisa mempengaruhi perasaan dan mengubahnya.”. Ibnu ‘abbas –radhiyallahu ‘anhuma- berkata;

كل ما شئت، والبس ما شئت ، ما أخطأتك خصلتان : سرَف ومَخِيلة

“Makan dan berpakaianlah sesukamu selama tidak berlebihan dan sombong.”. (Ibnu Abi Syaibah, di dalam Al Mushannaf, 5/171)

Maka dari beberapa keterangan tersebut diketahui bahwa hukum asal dari pakaian adalah mubah kecuali yang diharamkan Allah untuk mengenakannya. Dan berikutnya, akan diulas beberapa ketentuan berkenaan dengan jenis dan cara berpakaian yang disyari’atkan.

 

Ingat :

Segala jenis pakaian adalah nikmat Allah, yang hukum asalnya adalah mubah kecuali jika terdapat dalil yang benar mengharamkannya.

 

Sumber : https://www.fikhguide.com/almbt3th/31

Print Friendly, PDF & Email
%d bloggers like this: