Muhammad Irfan Zain

Surah Ke-26: Asy-Syu’ara’

ASY-SYU‘ARĀ’

(PARA PENYAIR)

Makkiyyah

Surah ke-26: 227 ayat

 

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

1.    Ṭā Sīn Mīm.

Orang-Orang Kafir Berpaling dari Al-Qur’an

2.    Itulah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang jelas.

3.    Boleh jadi engkau (Nabi Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan) karena mereka (penduduk Makkah) tidak beriman.

4.    Jika berkehendak, niscaya Kami turunkan bukti (mukjizat) kepada mereka dari langit sehingga tengkuk mereka selalu tunduk kepadanya.

5.    Tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru (ayat Al-Qur’an) dari Tuhan Yang Maha Pengasih, kecuali mereka selalu berpaling darinya.

6.    Sungguh, mereka telah mendustakan (Al-Qur’an). Maka, kelak akan datang kepada mereka (kebenaran) berita-berita mengenai apa (azab) yang selalu mereka perolok-olokkan.

7.    Apakah mereka tidak memperhatikan bumi, betapa banyak Kami telah menumbuhkan di sana segala jenis (tanaman) yang tumbuh baik?

8.    Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

9.    Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.

Kisah Nabi Musa dan Fir‘aun

10.    (Ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya), “Datangilah kaum yang zalim itu.

11.    (Yaitu) kaum Fir‘aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?”

12.    Dia (Musa) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku takut mereka akan mendustakanku.

13.    Dadaku terasa sempit dan lidahku kelu. Maka, utuslah Harun (bersamaku).[536])

14.    Aku berdosa terhadap mereka.[537]) Maka, aku takut mereka akan membunuhku.”

15.    Dia (Allah) berfirman, “Tidak (mereka tidak akan dapat membunuhmu). Maka, pergilah berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat). Sesungguhnya Kami menyertaimu mendengarkan (apa yang mereka katakan).

16.    Maka, datanglah berdua kepada Fir‘aun dan katakanlah, ‘Sesungguhnya kami adalah utusan Tuhan semesta alam.

17.    Lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama kami (menuju Baitulmaqdis).’”

18.    Dia (Fir‘aun) berkata, “Bukankah kami telah mengasuhmu dalam lingkungan (keluarga) kami, waktu engkau masih bayi dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.[538])

19.    Engkau (Musa) telah melakukan (kesalahan berupa) perbuatan yang telah engkau lakukan (membunuh seseorang dari kaumku) dan engkau termasuk orang yang ingkar (terhadap kebaikan dan ketuhananku).”

20.    Dia (Musa) berkata, “Aku telah melakukannya. Kalau begitu, saat itu aku termasuk orang-orang yang sesat.

21.    Kemudian, aku lari darimu karena takut kepadamu. Lalu, Tuhanku menganugerahkan kepadaku hukum (ilmu dan kearifan) dan menjadikanku salah seorang rasul.

22.    Itulah kenikmatan yang engkau berikan kepadaku, (sedangkan) engkau memperbudak Bani Israil.”

23.    Fir‘aun berkata, “Siapa Tuhan semesta alam itu?”

24.    Dia (Musa) menjawab, “Tuhan (pencipta dan pemelihara) langit, bumi, dan segala yang ada di antaranya jika kamu orang-orang yang yakin.”

25.    Dia (Fir‘aun) berkata kepada orang-orang di sekitarnya, “Tidakkah kamu mendengar (apa yang dikatakannya)?”

26.    Dia (Musa) berkata, “(Dia) Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu terdahulu.”

27.    Dia (Fir‘aun) berkata, “Sesungguhnya rasulmu yang diutus kepadamu benar-benar gila.”

28.    Dia (Musa) berkata, “(Dia) Tuhan (yang menguasai) timur dan barat serta segala yang ada di antaranya jika kamu mengerti.”

29.    Dia (Fir‘aun) berkata, “Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selainku, niscaya aku benar-benar akan menjadikanmu termasuk orang-orang yang dipenjarakan.”

30.    Dia (Musa) berkata, “Apakah (engkau akan melakukan itu) sekalipun aku mendatangkan kepadamu sesuatu (bukti) yang jelas?”

31.    Dia (Fir‘aun) berkata, “Datangkanlah (bukti yang jelas) itu jika engkau termasuk orang-orang yang benar!”

32.    Maka, dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba ia (tongkat itu) menjadi ular besar yang nyata.

33.    Dia menarik tangannya, tiba-tiba ia (tangan itu) menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihat(-nya).

34.    Dia (Fir‘aun) berkata kepada para pemuka di sekitarnya, “Sesungguhnya dia (Musa) ini benar-benar seorang penyihir yang sangat pandai.

35.    Dia hendak mengeluarkanmu dari negerimu dengan sihirnya. Maka, apa yang kamu sarankan?”

36.    Mereka berkata, “Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya serta utuslah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (penyihir).

37.    Mereka akan mendatangkan kepadamu semua penyihir yang sangat pandai.”

Perang Tanding antara Nabi Musa dan Para Penyihir

38.    Maka, dikumpulkanlah para penyihir pada waktu (yang ditetapkan) pada hari yang telah ditentukan.

39.    Lalu, diumumkan kepada orang banyak, “Apakah kamu semua sudah berkumpul?

40.    (Tujuannya) supaya kita mengikuti para penyihir itu jika mereka jadi para pemenang.”

41.    Maka, ketika para penyihir datang, mereka berkata kepada Fir‘aun, “Apakah kami benar-benar akan memperoleh imbalan besar jika kami yang menjadi pemenang?”

42.    Dia (Fir‘aun) menjawab, “Ya, bahkan kamu pasti akan menjadi orang-orang yang dekat (kepadaku).”

43.    Musa berkata kepada mereka, “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan!”

44.    Lalu, mereka melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata, “Demi kekuasaan Fir‘aun, sesungguhnya kamilah yang benar-benar sebagai pemenang.”

45.    Kemudian, Musa melemparkan tongkatnya, tiba-tiba ia (tongkatnya yang sudah menjadi ular) menelan segala yang mereka ada-adakan itu.[539])

Ancaman Fir‘aun kepada Para Penyihir yang Menjadi Beriman

46.    Maka, tersungkurlah para penyihir itu (dalam keadaan) bersujud.

47.    Mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,

48.    (yaitu) Tuhannya Musa dan Harun.”

49.    Dia (Fir‘aun) berkata, “Apakah kamu sekalian beriman kepadanya (Musa) sebelum aku mengizinkanmu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Maka, kamu tentu akan tahu (akibat perbuatanmu). Pasti kupotong tangan dan kakimu secara bersilang dan benar-benar akan kusalib kamu semua.”

50.    Mereka menjawab, “Tidak ada yang kami takutkan. Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.

51.    Sesungguhnya kami sangat menginginkan agar Tuhan kami mengampuni kesalahan-kesalahan kami karena kami adalah orang-orang yang pertama menjadi mukmin.”

Keluarnya Bani Israil dari Mesir

52.    Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, “Pergilah pada malam hari dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil). Sesungguhnya kamu pasti akan diikuti.”

53.    Lalu, Fir‘aun mengirimkan orang ke kota-kota untuk mengumpulkan (bala tentaranya).

54.    (Fir‘aun berkata,) “Sesungguhnya mereka (Bani Israil) hanyalah sekelompok kecil.

55.    Sesungguhnya mereka telah membuat kita marah.

56.    Sesungguhnya kita semua benar-benar harus selalu waspada.”

57.    Kami keluarkan mereka (Fir‘aun dan kaumnya) dari (negeri mereka yang mempunyai) taman, mata air,

58.    harta kekayaan, dan tempat tinggal yang bagus.[540])

59.    Demikianlah, dan Kami wariskan semuanya kepada Bani Israil.[541])

Kejaran Tentara Fir‘aun terhadap Bani Israil dan Penenggelamannya oleh Allah

60.    Lalu, (Fir‘aun dan bala tentaranya dapat) menyusul mereka pada waktu matahari terbit.

61.    Ketika kedua golongan itu saling melihat, para pengikut Musa berkata, “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.”

62.    Dia (Musa) berkata, “Tidak! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku. Dia akan menunjukiku.”

63.    Lalu, Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut dengan tongkatmu itu.” Maka, terbelahlah (laut itu) dan setiap belahan seperti gunung yang sangat besar.

64.    Di sanalah Kami dekatkan kelompok yang lain.[542])

65.    Kami selamatkan Musa dan semua orang yang bersamanya.

66.    Kemudian, Kami tenggelamkan kelompok yang lain.

67.    Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

68.    Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.

Kisah Nabi Ibrahim dan Kaumnya

69.    Bacakanlah kepada mereka berita Ibrahim.

70.    Ketika dia (Ibrahim) berkata kepada bapak dan kaumnya, “Apa yang kamu sembah?”

71.    Mereka menjawab, “Kami menyembah berhala-berhala dan senantiasa tekun menyembahnya.”

72.    Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah mereka mendengarmu ketika kamu berdoa (kepadanya)?

73.    Atau, (dapatkah) mereka memberi manfaat atau mudarat kepadamu?”

74.    Mereka menjawab, “Tidak, tetapi kami mendapati nenek moyang kami berbuat begitu.”

75.    Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu memperhatikan apa yang selalu kamu sembah?

76.    Kamu dan nenek moyangmu terdahulu?

77.    Sesungguhnya mereka itu adalah musuhku, lain halnya Tuhan pemelihara semesta alam.

78.    (Allah) yang telah menciptakanku. Maka, Dia (pula) yang memberi petunjuk kepadaku.

79.    Dia (pula) yang memberiku makan dan minum.

80.    Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.

81.    (Dia) yang akan mematikanku, kemudian menghidupkanku (kembali).

82.    (Dia) yang sangat kuinginkan untuk mengampuni kesalahanku pada hari Pembalasan.”

83.    (Ibrahim berdoa,) “Wahai Tuhanku, berikanlah kepadaku hukum (ilmu dan hikmah) dan pertemukanlah aku dengan orang-orang saleh.

84.    Jadikanlah aku sebagai buah tutur yang baik di kalangan orang-orang (yang datang) kemudian.

85.    Jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan.

86.    Ampunilah ayahku! Sesungguhnya dia termasuk orang-orang sesat.

87.    Janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan.

88.    (Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak.

89.    Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”

Nasib Orang-Orang yang Bertakwa dan yang Sesat pada Hari Kiamat

90.    Surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa.

91.    (Neraka) Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat.

92.    Dikatakan kepada mereka, “Di mana berhala-berhala yang selalu kamu sembah

93.    selain Allah? Dapatkah mereka menolongmu atau menolong dirinya sendiri?”

94.    Mereka (sesembahan itu) dijungkirbalikkan di dalamnya (neraka) bersama orang-orang yang sesat.

95.    (Begitu pula) bala tentara Iblis (dan) semuanya (dijungkirbalikkan).

96.    Mereka (orang-orang sesat) berkata sambil bertengkar di dalamnya (neraka),

97.    “Demi Allah, sesungguhnya kami dahulu (di dunia) benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

98.    (Yaitu) ketika kami mempersamakan kamu (berhala-berhala) dengan Tuhan semesta alam.

99.    Tidak ada yang menyesatkan kami, kecuali para pendosa.

100.          Tidak ada pemberi syafaat (penolong) untuk kami.

101.          Tidak pula ada teman akrab.

102.          Seandainya dapat kembali (ke dunia), niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman.”

103.          Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

104.          Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.

Kisah Nabi Nuh dan Kaumnya

105.          Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.

106.          Ketika saudara mereka, Nuh, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?

107.          Sesungguhnya aku adalah seorang rasul tepercaya (yang diutus) kepadamu.

108.          Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

109.          Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain, kecuali dari Tuhan semesta alam.

110.          Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.”

111.          Mereka berkata, “Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal yang mengikutimu adalah orang-orang hina?”

112.          Dia (Nuh) menjawab, “Apa pengetahuanku tentang apa yang biasa mereka kerjakan?

113.          Perhitungan (amal) mereka tidak lain, kecuali ada pada Tuhanku jika kamu menyadari.

114.          Aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.

115.          Aku tidak lain, kecuali pemberi peringatan yang jelas.”

116.          Mereka berkata, “Wahai Nuh, jika tidak berhenti (dalam berdakwah), niscaya engkau akan termasuk orang-orang yang dirajam.”

117.          Dia (Nuh) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakanku.

118.          Maka, berilah keputusan antara aku dan mereka serta selamatkanlah aku dan orang-orang mukmin bersamaku.”

119.          Kami selamatkan dia (Nuh) dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan.

120.          Kemudian, Kami tenggelamkan orang-orang yang tersisa (tidak beriman) setelah itu.

121.          Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

122.          Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.

Dakwah Nabi Hud kepada Kaum ‘Ad

123.          (Kaum) ‘Ad telah mendustakan para rasul.

124.          Ketika saudara mereka, Hud, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?

125.          Sesungguhnya aku adalah seorang rasul tepercaya (yang diutus) kepadamu.

126.          Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

127.          Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain, kecuali dari Tuhan semesta alam.

128.          Apakah kamu mendirikan istana di setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati?

129.          Kamu (juga) membuat benteng-benteng dengan harapan hidup kekal?

130.          Apabila menyiksa, kamu lakukan secara kejam dan bengis.

131.          Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

132.          Bertakwalah kepada (Allah) yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.

133.          Dia (Allah) telah menganugerahkan hewan ternak dan anak-anak kepadamu.

134.          (Dia juga menganugerahkan) kebun-kebun dan mata air.

135.          Sesungguhnya aku takut bahwa kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat.”

136.          Mereka menjawab, “Sama saja bagi kami, apakah engkau memberi nasihat atau tidak memberi nasihat.

137.          (Agama kami) ini tidak lain adalah agama orang-orang terdahulu.

138.          Kami (sama sekali) tidak akan diazab.”

139.          Maka, mereka mendustakannya (Hud). Lalu, Kami membinasakan mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

140.          Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.

Dakwah Nabi Saleh kepada Kaum Samud

141.          (Kaum) Samud telah mendustakan para rasul.

142.          Ketika saudara mereka, Saleh, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?

143.          Sesungguhnya aku adalah seorang rasul tepercaya (yang diutus) kepadamu.

144.          Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

145.          Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain, kecuali dari Tuhan semesta alam.

146.          Apakah kamu (mengira) akan dibiarkan tinggal di sini (negerimu) dengan aman?

147.          (Yaitu,) di dalam kebun-kebun dan mata air.

148.          Dan, tanam-tanaman serta pohon kurma yang mayangnya lembut.

149.          Kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah yang mewah.

150.          Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

151.          Janganlah mengikuti perintah orang-orang yang melampaui batas.

152.          (Mereka) yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak melakukan perbaikan.”

153.          Mereka berkata, “Sesungguhnya engkau hanyalah termasuk orang-orang yang terkena sihir.

154.          Engkau tidak lain hanyalah manusia seperti kami. Maka, datangkanlah tanda (mukjizat) jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”

155.          Dia (Saleh) menjawab, “Ini seekor unta betina. Dia punya (giliran) minum dan kamu punya (giliran) minum (pula) pada hari yang ditentukan.

156.          Janganlah menyentuhnya dengan suatu kejahatan. Nanti kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat.”

157.          Mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi orang-orang yang menyesal.

158.          Mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

159.          Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.

Dakwah Nabi Lut kepada Kaumnya

160.          Kaum Lut telah mendustakan para rasul.

161.          Ketika saudara mereka, Lut, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?”

162.          Sesungguhnya aku adalah seorang rasul tepercaya (yang diutus) kepadamu.

163.          Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

164.          Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

165.          Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseks)?

166.          Sementara itu, kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istrimu? Kamu (memang) kaum yang melampaui batas.”

167.          Mereka menjawab, “Wahai Lut, jika tidak berhenti (melarang kami), niscaya engkau benar-benar akan termasuk orang-orang yang diusir.”

168.          Dia (Lut) berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang sangat benci terhadap perbuatanmu.”

169.          (Lut berdoa,) “Wahai Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari apa yang mereka perbuat.”

170.          Maka, Kami selamatkan dia bersama semua keluarganya,

171.          kecuali seorang perempuan tua (istrinya) yang termasuk golongan (orang-orang kafir) yang tertinggal.

172.          Kemudian, Kami binasakan yang lain.

173.          Kami hujani mereka (dengan batu). Betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.

174.          Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

175.          Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.

Dakwah Nabi Syu‘aib kepada Penduduk Aikah (Madyan)

176.          Penduduk Aikah (Madyan) telah mendustakan para rasul.

177.          Ketika Syu‘aib berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?

178.          Sesungguhnya aku adalah seorang rasul tepercaya (yang diutus) kepadamu.

179.          Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

180.          Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain, kecuali dari Tuhan semesta alam.

181.          Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan orang lain.

182.          Timbanglah dengan timbangan yang benar.

183.          Janganlah kamu merugikan manusia dengan mengurangi hak-haknya dan janganlah membuat kerusakan di bumi.

184.          Bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakanmu dan umat-umat yang terdahulu.”

185.          Mereka berkata, “Sesungguhnya engkau hanyalah termasuk orang-orang yang terkena sihir.

186.          Engkau tidak lain hanyalah seorang manusia seperti kami dan sesungguhnya kami yakin bahwa engkau benar-benar termasuk para pembohong.

187.          Maka, jatuhkanlah kepada kami kepingan-kepingan dari langit (agar kami binasa) jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”

188.          Dia (Syu‘aib) berkata, “Tuhanku paling mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

189.          Lalu, mereka mendustakannya (Syu‘aib). Maka, mereka ditimpa azab pada hari yang berawan gelap. Sesungguhnya itu adalah azab hari yang dahsyat.

190.          Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

191.          Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.

Turunnya Al-Qur’an sebagaimana Telah Disebutkan di dalam Kitab-Kitab Terdahulu

192.          Sesungguhnya ia (Al-Qur’an) benar-benar diturunkan Tuhan semesta alam.

193.          Ia (Al-Qur’an) dibawa turun oleh Ruhulamin (Jibril).

194.          (Diturunkan) ke dalam hatimu (Nabi Muhammad) agar engkau menjadi salah seorang pemberi peringatan.

195.          (Diturunkan) dengan bahasa Arab yang jelas.

196.          Sesungguhnya ia (Al-Qur’an) benar-benar (disebut) dalam kitab-kitab orang terdahulu.

197.          Apakah tidak (cukup) menjadi bukti bagi mereka bahwa ia (Al-Qur’an) diketahui oleh para ulama Bani Israil?

198.          Seandainya Kami menurunkannya kepada sebagian dari golongan non-Arab.

199.          Lalu, dia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir), niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya.

Sikap Para Pendurhaka yang Tetap Tidak Beriman sampai Mereka Melihat Azab

200.          Demikianlah, Kami masukkan (sifat dusta dan ingkar) ke dalam hati para pendurhaka.

201.          Mereka tidak akan beriman kepadanya hingga melihat azab yang pedih.

202.          Maka, datanglah ia (azab) kepada mereka secara tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadarinya.

203.          Lalu, mereka berkata, “Apakah kami diberi penangguhan waktu?”

204.          Bukankah mereka yang meminta agar azab Kami disegerakan?

205.          Bagaimana pendapatmu jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun?

206.          Kemudian, ia (azab) yang diancamkan datang kepada mereka.

207.          Niscaya kenikmatan yang mereka rasakan tidak berguna baginya.

208.          Kami tidak membinasakan suatu negeri, kecuali setelah ada pemberi peringatan kepadanya.

209.          (Hal itu) sebagai peringatan. Kami sekali-kali bukanlah orang-orang zalim.

Turunnya Al-Qur’an yang Dibawa oleh Jibril

210.          (Al-Qur’an) itu tidaklah dibawa turun oleh setan-setan.

211.          Tidaklah pantas bagi mereka (membawa turun Al-Qur’an itu) dan mereka pun tidak akan sanggup.

212.          Sesungguhnya mereka (setan-setan) benar-benar dijauhkan (dari berita langit).

213.          Maka, janganlah engkau (Nabi Muhammad) menyembah Tuhan lain bersama Allah. Nanti kamu termasuk orang-orang yang diazab.

Perintah untuk Mendakwahi Kaum Kerabat

214.          Berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat.

215.          Rendahkanlah hatimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang mukmin.

216.          Jika mereka mendurhakaimu, katakanlah, “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.”

217.          Bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.

218.          (Dia) yang melihat ketika engkau berdiri (untuk salat).

219.          Dan, (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.

220.          Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Orang-Orang yang Terbius oleh Godaan Setan

221.          Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun?

222.          Mereka (setan) turun kepada setiap pendusta lagi banyak berdosa.

223.          Mereka menyampaikan hasil pendengarannya, sedangkan kebanyakan mereka adalah para pendusta.

Pandangan Al-Qur’an tentang Penyair

224.          Para penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.

225.          Tidakkah engkau melihat bahwa mereka merambah setiap lembah kepalsuan[543])

226.          dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(-nya)?

227.          Kecuali (para penyair) yang beriman, beramal saleh, banyak mengingat Allah, dan bangkit membela (kebenaran) setelah terzalimi. Orang-orang yang zalim kelak akan mengetahui ke mana mereka akan kembali.

 

_____________

[536]) Nabi Musa a.s. memohon agar Harun a.s. diangkat menjadi rasul untuk membantunya.
[537]) Nabi Musa a.s. merasa berdosa kepada orang-orang Mesir karena pernah membunuh salah seorang di antara mereka tanpa sengaja sebelum menjadi nabi.
[538]) Musa a.s. tinggal bersama Fir‘aun sejak kecil hingga berusia sekitar delapan belas tahun.
[539]) Tali-tali dan tongkat-tongkat yang dilemparkan penyihir yang seolah-olah ular itu ditelan semuanya oleh ular dari tongkat Nabi Musa a.s.
[540]) Karena mengejar Nabi Musa a.s. dan Bani Israil, Fir‘aun dan bala tentaranya telah keluar dari negeri mereka dengan meninggalkan kerajaan, kebesaran, kemewahan, dan sebagainya.
[541]) Setelah Fir‘aun dan bala tentaranya binasa, Nabi Musa a.s. dan Bani Israil kembali ke Mesir untuk mengambil harta kekayaan Fir‘aun dan tentaranya. Mereka lalu melanjutkan perjalanan ke Baitulmaqdis.
[542]) Yang dimaksud dengan kelompok yang lain adalah Fir‘aun dan bala tentaranya. Maksud ayat ini adalah bahwa di bagian yang terbelah itu Allah Swt. mendekatkan antara Fir‘aun dan bala tentaranya dengan Nabi Musa a.s. dan Bani Israil.
[543]) Maksud ayat ini adalah bahwa sebagian penyair itu suka bermain kata-kata, tidak mempunyai tujuan yang baik, dan tidak mempunyai pendirian.

Print Friendly, PDF & Email
%d bloggers like this: