Muhammad Irfan Zain

Konsep Pakaian Dalam Islam

Allah Senang Dengan Pakaian dan Penampilan Yang Baik

Pakaian seorang muslim hendaknya baik, indah dan bersih. Khususnya pakaian yang ia kenakan ketika shalat dan juga ketika berinteraksi dengan orang lain. Allah berfirman:

 يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِد

“Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid.” (Al A’raaf; 31)

Allah memerintahkan orang-orang beriman agar memakai pakaian yang bagus dan berpenampilan baik karena yang demikian itu adalah bagian dari menampakkan nikmat dan karunia Allah kepada mereka. Dan Allah senang kepada seorang yang menampakkan karunia yang telah Ia anugrahkan kepadanya.  Allah berfirman:

وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

“Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah.”. (Ad Dhuhaa; 11)

Tujuan Berpakaian

Selain sebagai perhiasan, fungsi lain yang sangat penting dari pakaian adalah sebagai berikut:

  1. Menutup aurat

Allah berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْءَاتِكُمْ

“Wahai anak cucu Adam, sungguh Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu.” (Al A’raaf; 26)

  1. Menjaga tubuh dari panas, dingin dan hal-hal buruk lainnya

Allah berfirman:

وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ كَذَلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُون

“Dia menjadikan pakaian bagimu untuk melindungimu dari panas dan pakaian (baju besi) untuk melindungimu dalam peperangan. Demikian Allah menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).” (An Nahl; 81)

Islam adalah agama fithrah; tidak satupun ajaran atau konsepnya melainkan sejalan dengan sifat dasar manusia dan nalar yang lurus.

Hukum Asal Berkenaan Dengan Pakaian dan Perhiasan

Islam tidak mewajibkan kepada pemeluknya untuk mengenakan jenis pakaian tertentu dalam apapun aktivitasnya. Demikian juga Islam tidak melarang pemeluknya untuk mengenakan jenis busana tertentu. Islam memandang bahwa hukum asal pakaian itu adalah boleh selama tidak melanggar aturan yang ditetapkan agama. Islam hanya menetapkan aturan-aturan umum, kapan pakaian itu dinyatakan sebagai busana yang dilarang untuk dikenakan. Jika tidak melanggar aturan tersebut, maka pakaian itu dinyatakan sebagai pakaian yang boleh dikenakan. Demikianlah hukum asal dari pakaian, dan hukum asal dari seluruh perkara keduniaan. Berbeda dengan perkara-perkara yang tergolong dalam kategori ibadah khusus (ritual keagamaan); hukum asalnya adalah haram sampai ada dalil valid yang memerintahkannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

كلوا وتصدقوا والبسوا في غير إسراف ولا مخيلة

“Makan, bersedekah dan berpakainlah kalian. Namun jangan berlebihan dan jangan pula sombong.” (HR. An Nasaa’i)

Kriteria Pakaian Yang Dilarang

Ketentuan umum dari pakaian dalam Islam adalah seluruh jenis pakaian adalah boleh kecuali jika masuk dalam kategori yang terlarang. Adapun kriteria pakaian yang dilarang, maka sebagai berikut:

  1. Menampakkan aurat

Allah berfirman:

 قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْءَاتِكُمْ

“Sungguh Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu.” (Al A’raaf; 26)

  1. Menyerupai pakaian lawan jenis

Di dalam hadits disebutkan bahwa

لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم الرجل يلبس لبسة المرأة، والمرأة تلبس لبسة الرجل

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang berpakaian seperti wanita, dan melaknat wanita yang berpakaian seperti laki-laki.” (HR. Abu Daud)

لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم المتشبهين من الرجال بالنساء، والمتشبهات من النساء بالرجال

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang berperilaku seperti wanita dan melaknat wanita yang berperilaku seperti laki-laki.” (HR. Bukhari)

  1. Menyerupai pakaian orang kafir

Maksudnya adalah pakaian-pakaian dan asesoris yang menjadi simbol keagamaannya. Adapun pakaian-pakaian yang tidak sama sekali terkait dengan ritual keagamaan mereka, maka tidaklah terlarang mengenakannya selama tidak masuk dalam kategori pakaian yang terlarang dalam Islam, bahkan meski jenis pakaian itu menjadi tren mode di kalangan orang-orang non muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

من تشبه بقوم فهو منهم

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka sesungguhnya dia itu termasuk ke dalam golongan mereka.” (HR. Abu Daud)

  1. Pakaian yang dikenakan untuk menyombongkan diri

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من كبر

“Tidak masuk syurga seorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan meski seberat biji dzarrah.” (HR. Muslim)

من جر ثوبه خيلاء لم ينظر الله إليه يوم القيامة

“Barangsiapa memanjangkan pakaiannya (hingga menyentuh lantai/hingga ke bawah mata kaki) karena kesombongan, niscaya Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Termasuk dalam kategori ini adalah pakaian syuhrah, yaitu pakaian yang ketika dikenakan akan menimbulkan respon yang tidak baik dari orang-orang terhadap orang yang mengenakan pakaian itu; baik karena terlalu mewah atau karena terlalu dekil, atau karena modelnya yang dianggap tidak layak oleh orang-orang dalam sebuah komunitas. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

من لبس ثوب شهرة في الدنيا ألبسه الله ثوب مذلة يوم القيامة

“Barangsiapa memakai pakaian syuhrah di dunia, kelak di hari kiamat Allah akan memakaikannya pakaian kehinaan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

  1. Pakaian sutra dan pakaian yang terbuat dari emas bagi laki-laki

Tentang emas dan sutra, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

إن هذين حرام على ذكور أمتي، حل لإناثهم

“Sesungguhnya emas dan sutra ini adalah haram bagi laki-laki muslim dan halal bagi wanita muslimah”. (HR. Ibnu Majah dan Abu Daud)

  1. Pakaian yang sangat mahal, berlebihan dan boros

Maksudnya adalah pakaian yang dibeli dengan harga yang terlampau mahal melampaui kemampuan finansial orang yang membelinya itu. Tetapi jika secara finansial, seorang berkemampuan membelinya, maka tidak mengapa ia membeli dan mengenakannya; selama tidak tergolong sebagai pakaian syuhrah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

كلوا وتصدقوا والبسوا في غير إسراف ولا مخيلة

“Makan, bersedekah dan berpakainlah kalian. Namun jangan berlebihan dan jangan pula sombong.” (HR. An Nasaa’i)

Demikian beberapa hal yang terkait dengan konsep pakaian dalam Islam. Wallahu a’lam bis shawaab.

Print Friendly, PDF & Email
%d bloggers like this: